inspirasi dari kantor cabang baru purworejo medianet

inspirasi dari kantor cabang baru purworejo medianet
Ini adalah hari kedua pindahan ke kantor cabang baru di purworejo. Sampe sana truz mulai nyapu lagi, pasang kabel listrik n crimping kabel UTP, instalasi komputer, wireless router, dll. Habis sholat jum’at mampir makan di warung sebelah, ada saya, pak ari dan mas frinda. Sambil makan kita ngobrolin macem2 dan ngalor ngidul, mulai dari tukang vulkanisir ban, tetangga cewe sebelah, kabel fiber optic, backbone, kuliah, stm, dan pengalaman hidup lainnya. Padahal kita makan di warteg byasa, bukan RM yg biasanya bisa skaligus sambil ngbrol2 atw meeting, pe pngunjung warung abiz lah. Sampe di kantor jg lum brenti, coz qt nge bahas tentang rencana ke depan buat purworejo medianet juga dicampur obrolan yang macem2. Beberapa hal yg msih nyantol di kepala
Tentang orang Teknik
“biasanya orang yg punya kemampuan teknik bagus, pinter n mnguasai bnet, jago lah pokoknya, bakal kerja di industri, kerja dengan gaji sekian besar. Sedangkan yg kemampuan tekniknya rata2 bakal brusaha tuk mandiri, dan biasanya klo dia masih mahasiswa sering aktif di UKM”. Kenapa?,hmm apa ia tadi. Intinya rata orang 100% teknik tuh idealis & so’ perfeksionis, so apa2 tuh harus bagus. Beda sama org yg semi teknik tpi dah kcmpur naluri bisnis / manajemen, ko segini cukup atau layak, ya udah. Contoh nyatanya, misal sebuah ISP dikelola oleh orang2 lulusan dari PT yg favorit, orang2nya pinter & jago2, ea pastinya teknologi yg mereka terapkan bakal canggih n advance / expert lah, misal dikasih proxy server, firewall, dll. Ok itu bagus bnet untuk keadaan tertentu, tapi kita mesti liat dulu kondisi dan kebutuhan dari konsumen. Apakah teknologi yg expert itu benar2 diterapkan?bermanfaat?atau hanya sia2. Klo jdi org semi teknik yg dah pny pertimbangan bisnis, bakal memikirkan ulang tuk buat itu. Misal dengan ini saja cukup / layak, ga perlu buat itu.
Bekerja itu cuma buat status
Saya jadi inget lagunya Vidi Aldiano yg judulnya status palsu. Dari pak Ari dan katanya tung desem waringin, klo orang pngen bebas finansial, jangan cuma ngandelin kerja, coz usia produktif buat kerja tuh umur 20 – 40 tahun, habis tu bakal nyusut dalam arti sulit tuk bersaing sama yg muda atau “fresh graduated”. Nah, jadi kita mesti pinter2 bangun sebuah jaringan / relasi. Tujuannya, kedepan klo qt kehilangan pekerjaan ( kcuali yg PNS mgkn ia ) bisa kontak2 ke relasi, sapa tau ada yg punya proyek yg bisa kita ikut garap juga. Jadi pekerjaan kita tu buat status aja klo qt kerja, selain itu kita harus berusaha untuk mandiri
Rencana pergerakan purworjo medianet
– Pelatihan di sekolah2 untuk guru2, materinya ttg e-learning, ketrampilan olah data untuk buat bahan ajar.
– Publishing di media cetak, website, blog, komunitas di purworejo, untuk mengenalkan purworejo medianet.
– Pemberian free akses internet untuk pelanggan baru yg rencananya mau tetep 1 bulan atw 3 bulan ( usul dari mas Frinda ). O ya tadi juga sempet bahas tentang pemberian fee, apakah sah2 saja kita memanfaatkan pemberian free akses untuk pelanggan diuangkan sebagai fee untuk pemasang dan dari pihak yg bekerja sama ( misal kalo dari sekolah guru ) atau broker istilah ekonominya.

Ini adalah hari kedua pindahan ke kantor cabang baru di purworejo. Sampe sana truz mulai nyapu lagi, pasang kabel listrik n crimping kabel UTP, instalasi komputer, wireless router, dll. Habis sholat jum’at mampir makan di warung sebelah, ada saya, pak ari dan mas frinda. Sambil makan kita ngobrolin macem2 dan ngalor ngidul, mulai dari tukang vulkanisir ban, tetangga cewe sebelah, kabel fiber optic, backbone, kuliah, stm, dan pengalaman hidup lainnya. Padahal kita makan di warteg byasa, bukan RM yg biasanya bisa skaligus sambil ngbrol2 atw meeting, pe pngunjung warung abiz lah. Sampe di kantor jg lum brenti, coz qt nge bahas tentang rencana ke depan buat purworejo medianet juga dicampur obrolan yang macem2. Beberapa hal yg msih nyantol di kepala

Tentang orang Teknik

“biasanya orang yg punya kemampuan teknik bagus, pinter n mnguasai bnet, jago lah pokoknya, bakal kerja di industri, kerja dengan gaji sekian besar. Sedangkan yg kemampuan tekniknya rata2 bakal brusaha tuk mandiri, dan biasanya klo dia masih mahasiswa sering aktif di UKM”. Kenapa?,hmm apa ia tadi. Intinya rata orang 100% teknik tuh idealis & so’ perfeksionis, so apa2 tuh harus bagus. Beda sama org yg semi teknik tpi dah kcmpur naluri bisnis / manajemen, ko segini cukup atau layak, ya udah. Contoh nyatanya, misal sebuah ISP dikelola oleh orang2 lulusan dari PT yg favorit, orang2nya pinter & jago2, ea pastinya teknologi yg mereka terapkan bakal canggih n advance / expert lah, misal dikasih proxy server, firewall, dll. Ok itu bagus bnet untuk keadaan tertentu, tapi kita mesti liat dulu kondisi dan kebutuhan dari konsumen. Apakah teknologi yg expert itu benar2 diterapkan?bermanfaat?atau hanya sia2. Klo jdi org semi teknik yg dah pny pertimbangan bisnis, bakal memikirkan ulang tuk buat itu. Misal dengan ini saja cukup / layak, ga perlu buat itu.

Bekerja itu cuma buat status

Saya jadi inget lagunya Vidi Aldiano yg judulnya status palsu. Dari pak Ari dan katanya tung desem waringin, klo orang pngen bebas finansial, jangan cuma ngandelin kerja, coz usia produktif buat kerja tuh umur 20 – 40 tahun, habis tu bakal nyusut dalam arti sulit tuk bersaing sama yg muda atau “fresh graduated”. Nah, jadi kita mesti pinter2 bangun sebuah jaringan / relasi. Tujuannya, kedepan klo qt kehilangan pekerjaan ( kcuali yg PNS mgkn ia ) bisa kontak2 ke relasi, sapa tau ada yg punya proyek yg bisa kita ikut garap juga. Jadi pekerjaan kita tu buat status aja klo qt kerja, selain itu kita harus berusaha untuk mandiri

Rencana pergerakan purworjo medianet

– Pelatihan di sekolah2 untuk guru2, materinya ttg e-learning, ketrampilan olah data untuk buat bahan ajar.

– Publishing di media cetak, website, blog, komunitas di purworejo, untuk mengenalkan purworejo medianet.

– Pemberian free akses internet untuk pelanggan baru yg rencananya mau tetep 1 bulan atw 3 bulan ( usul dari mas Frinda ). O ya tadi juga sempet bahas tentang pemberian fee, apakah sah2 saja kita memanfaatkan pemberian free akses untuk pelanggan diuangkan sebagai fee untuk pemasang dan dari pihak yg bekerja sama ( misal kalo dari sekolah guru ) atau broker istilah ekonominya.

2 thoughts on “inspirasi dari kantor cabang baru purworejo medianet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s