OSI Layer

Protokol OSI (Open Systems Interconnection) dan modelnya dikeluarkan pada tahun 1982 oleh ISO (International Organization for Standardization). Open Systems Interconnection Reference Model (Model OSI) merupakan suatu deskripsi abstrak layering untuk rancangan jaringan komputer dan komunikasi, yang dikembangkan sebagai bagian dari Open Systems Interconnect . Model OSI ini lebih sering disebut sebagai seven OSI layers model. Model OSI membagi fungsi – fungsi dari suatu protokol menjadi beberapa lapisan. Setiap lapisan mempunyai properti yang menggunakan fungsi lapisan dibawahnya, memproses data pada lapisan tersebut, lalu mengirim ke lapisan yang selanjutnya. Berikut pada gambar 2.1 dibawah ini merupakan tujuh lapisan dari model OSI beserta dengan fungsinya masing – masing pada setiap lapisan. Lapisan pada model OSI dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu media layer dan host layer.

Model OSI dibagi menjadi 7 bagian, yakni:

Layer 1 : Physical Layer (Lapisan Fisik)

Lapisan ini berhubungan langsung dengan hardware. Physical layer mendefinisikan semua spesifikasi fisik dan elektris untuk semua peralatan meliputi level tegangan, spesifikasi kabel, tipe konektor dan timing. Fungsi utama dari lapisan ini adalah bertanggung jawab atas transmisi bit stream (binary transmission), pengaktifan dan pengaturan  physical interface dari jaringan komputer, dan memodulasi data digital antara peralatan yang digunakan user dengan signal yang berhubungan. Beberapa contoh peralatan yang bekerja pada physical layer adalah kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel Shielded Twisted Pair (STP), kabel coaxial, kabel fiber optic, hub, dan repeater.

Layer 2: Data link layer (Lapisan Datalink)

Lapisan ini menyediakan layanan pertukaran informasi melalui physical link dengan mengirim blok data (frame) yang memerlukan proses sinkronisasi, error control/penanganan kesalahan, dan fungsi flow control. Lapisan ini menerima, mengenali dan menangani transmisi ethernet message. Lapisan ini menggunakan physical addressing (Media Access Control address/MAC) sebagai pengenal. Lapisan ini menggunakan media ethernet, token ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI). Contoh peralatan yang bekerja pada datalink layer adalah switch, bridge, dan Network Interface Card (NIC).

Layer 3 : Network Layer (Lapisan Jaringan)

Network layer menyediakan prosedur dalam mentransfer data dari suatu sumber ke suatu tujuan melalui satu atau lebih jaringan (path selection) dengan memperhatikan quality of service yang diperlukan oleh transport layer. Network layer bertanggung jawab dalam network routing, addressing dan logical protocol. Lapisan ini juga menentukan pemilihan jalur terbaik (path determination) untuk mengirim suatu data dari tempat asal ke tempat tujuan dengan cara routing / switching. Lapisan ini menggunakan IP address sebagai identifikasi. Contoh peralatan yang bekerja di network layer ini adalah router.

Layer 4 : Transport Layer (Lapisan Transport)

Transport layer mensegmentasi data dari pengirim dan merakit kembali data ke dalam sebuah data stream pada komputer penerima. Selain memastikan bahwa data dapat diterima sampai ke tujuan (end to end delivery), lapisan ini menyediakan transfer data secara transparan antar end-system, pengecekan error, bertanggung jawab melakukan error recovery apabila terjadi kesalahan, dan kontrol aliran data (flow control). Beberapa contoh protokol yang bekerja di lapisan ini adalah protokol TCP yang bersifat connection oriented, dan UDP yang bersifat connectionless.

Layer 5 : Session Layer (Lapisan Sesi)

Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk menyelenggarakan, mengatur dan memutuskan sesi komunikasi. Session layer menyediakan service kepada presentation layer. Lapisan ini juga mensinkronisasi dialog diantara dua host presentation layer dan mengontrol komunikasi dengan cara membuka, mengelola, dan memutus hubungan antar aplikasi yang berkaitan.

Layer 6 : Presentation Layer (Lapisan Presentasi)

Lapisan ini mengelola informasi yang disediakan oleh lapisan aplikasi (application layer) supaya informasi yang dikirimkan dapat dibaca oleh lapisan aplikasi pada sistem lain. Di lapisan ini dilakukan proses enkripsi, dekripsi dan kompresi data yang ditujukan untuk keamanan proses komunikasi. Contoh operasinya adalah proses konversi dari teks Extended Binary Coded Decimal Interchange Code (EBCDIC) ke teks American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

Layer 7 : Application Layer

Lapisan ini adalah lapisan yang paling dekat dengan user / pengguna, lapisan ini menjalankan aplikasi-aplikasi untuk user, menyediakan layanan jaringan untuk aplikasi user. Aplikasi pada lapisan ini terbagi menjadi 2, yaitu aplikasi client-server dan aplikasi non client-server. Contoh dari aplikasi client-server adalah FTP, HTTP, POP3, dan SMTP. Contoh dari aplikasi non client-server adalah redirector (misal : map network drive) dan peer-to-peer.

Sumber : Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Teknologi dan Komunikasi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI

5 thoughts on “OSI Layer

  1. PHYSICAL LAYER | Ferdian Rikudo

  2. tugas 3 | sandielyos

  3. PHYSICAL LAYER | Wahyuadhinugraha's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s